Beranda Pers - Kamis, 24 September 2026, berlangsungnya acara Management Science Week (MSW) 2026 yang digelar sebagai rangkaian kegiatan akademik yang berfokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa manajemen di tengah perkembangan era digital. Kegiatan tersebut terdiri atas tujuh rangkaian, mulai dari pelatihan Smart PLS, pelatihan Mendeley dan parafrase, pelatihan E-Views, pelatihan Excel, pelatihan pasar modal, hingga CBEC dan talkshow.
Ketua pelaksana, Rayyan Baruna Rahmat, menjelaskan bahwa MSW 2026 ditujukan untuk melatih mahasiswa, khususnya dalam kemampuan akademik dan penggunaan sejumlah aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan maupun kebutuhan akademik.
Aplikasi yang diperkenalkan antara lain Smart PLS, Excel, Word, dan E-Views. Selain pengembangan keterampilan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan sertifikat mahasiswa dalam menunjang proses kelulusan. “Acara ini untuk melatih mahasiswa-mahasiswa manajemen, terutama dalam bidang akademik dan mendalami aplikasi-aplikasi untuk kerja seperti Smart PLS, Excel, Word, dan E-Views,” ujar Rayyan.
Rayyan menjelaskan bahwa MSW 2026 itu mengusung tema transformasi di era digital. yaitu Empowering the Transformation of Adaptive. Tema tersebut dipilih karena perkembangan teknologi digital saat ini semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. “Karena di era sekarang ini banyak generasi muda yang menggunakan digital, terutama handphone dan segala macam dan untuk zamannya juga di era digital, jadi kita membantu mahasiswa-mahasiswa ini berkembang juga di era ini,” jelasnya
Rangkaian Kegiatan menjadi salah satu bagian utama dalam pelaksanaan MSW 2026. Saat ditanya mengenai kegiatan yang diselenggarakan Rayyan menyebut adanya tujuh rangkaian yang disiapkan untuk mahasiswa. “Sebanyak tujuh rangkaian kegiatan, yaitu pelatihan Smart PLS, pelatihan Mendeley dan parafrase, e-views, excel, workshop pasar modal, terus CBEC dan talkshow.” ungkap Rayyan
Kegiatan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, Rayyan mengatakan persoalan administrasi dan koordinasi internal panitia menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama mempersiapkan acara. “Tantangannya mungkin di administrasi yang sangat cukup banyak ya, jadi cukup banyak dan cukup rumit ternyata dan untuk mengatur panitianya karena panitianya sulit untuk diatur, untuk diajak kerjasamanya juga lebih terbatas,” ujarnya
Rayyan menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan MSW ini. “Jadi untuk harapan kedepannya bakal ada perkembangan lagi, terus terutama untuk panitianya diharapkan untuk mampu bekerjasama dengan satu sama lainnya karena cukup sulit,” ujarnya
Selain dari ketua pelaksana MSW 2026, ada juga dari divisi acara yang bertanggung jawab dalam rangkaian kegiatan selama acara berlangsung, Novyanti selaku divisi acara menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga soft skill dan hard skill mahasiswa. “Acara Management Science Week ini adalah rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa seperti bidang akademik, soft skill-nya dan hard skill-nya,” jelas Novyanti
Dari tema, Novyanti dan Febi menjelaskan bahwa mahasiswa diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih adaptif dan inovatif serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi di era digital. “Untuk temanya sendiri itu, mahasiswa perlu lebih adaptif, inovatif dan mampu memanfaatkan teknologi di digital era saat ini. Seperti ada SPSS, terus ada excel, terus sekarang kan pasar modal juga kaya gitu,” ujarnya
Kegiatan tersebut kembali pada tujuan awal, yakni meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan.
Novyanti menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikat yang diperlukan sebagai bagian dari persyaratan sidang skripsi. “Tujuannya itu tetap balik ke awal, karena ingin meningkatkan kompetensi mahasiswa, sekaligus membekali mereka. Karena ini juga sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat untuk mereka sidang skripsi,” jelas Novyanti. Adapun Guest Star yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Rizki Hesananda dan Sadam Permana.
Di balik pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi panitia. “Karena di rangkaian ini tuh cukup banyak, kita juga hampir sebulan penuh. Pasti banyaklah tantangannya, tantangannya tuh lebih ke mengatur waktunya aja. Kadang suka bentrok sama acara kampus lainnya juga, dan harus koordinasi dulu dengan organisasi lainnya juga untuk peminjaman ruangan dan sebagainya, dan memastikan semuanya berjalan dengan baik,” jelas Febi.
Supaya kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya menjadi acara seremonial, panitia berusaha menyesuaikan setiap kegiatan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama untuk mahasiswa semester akhir yang sedang mempersiapkan skripsi. “Untuk itu, kami menyesuaikan setiap kegiatannya dengan kebutuhan mahasiswa. Apalagi untuk mahasiswa semester akhir, lagi sibuk-sibuknya mau sempro, pasti harus mendapat sertifikat pelatihan-pelatihan itu. Makanya kami menyediakan kegiatan ini, seperti excel, smart PLS, itu sangat membantu banget untuk skripsian atau sempro nanti,” kata Febi
Ketika Febi ditanya mengenai hal yang paling memberikan kesan dari seluruh rangkaian acara, Febi berharap peserta tidak hanya mengingat acara MSW, tetapi juga mengingat pengalaman dan latihan-latihan yang mereka dapat selama mengikuti acara. “Semoga audiens ini bukan hanya ingat acaranya aja, tapi juga ingat pengalaman yang mereka dapat di acara MSW, seperti latihan dasar itu, semoga mereka tidak lupa lagi dengan ilmu yang di dapat selama acara,” ujarnya
Menurut panitia, salah satu pencapaian yang bahagia adalah ketika seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dapat terlaksana dan diikuti oleh peserta. “Itu udah bisa dilihat dari seluruh rangkaian acara yang sudah dipersiapkan akhirnya bisa terlaksana dengan baik dan diikuti oleh peserta juga,” ungkap Febi
Novyanti dan Febi menyampaikan harapannya agar Management Science Week dapat terus berkembang di tahun-tahun berikutnya. “Semoga MSW tahun ke depannya bisa terus berkembang, kegiatannya juga bisa semakin bertambah lagi, terus semakin bermanfaat buat mahasiswa,” ucapnya
Adapun tanggapan audiens dalam pelaksanaan MSW 2026, Nadia dan Shintia Selaku Audiens yang mengikuti acara ini bilang bahwa hadirnya Sadam Permana menjadi salah satu hal yang membuatnya tertarik. “Saya tertarik tentunya karena ada Sadam Permana, tertarik juga karena ingin menambah wawasan juga, dan temanya juga sesuai sama jurusan kita. kita juga kaya pengen tahu juga,” kata Nadia dan Shintia
Nadia dan Shintia juga punya harapan untuk mendapatkan wawasan baru. Mereka juga ingin memiliki pengalaman diluar lingkungan kampusnya sendiri. “Yang saya harapkan semoga dengan adanya acara ini, saya bisa menambah wawasan baru dan terus mengenal teman teman baru, tidak cuma di Djuanda doang, bisa mengenal ditempat yang lain,” ujarnya
Selain harapan, mereka juga menyampaikan pesan untuk pelaksanaan MSW 2026, mereka berharap kegiatan ini terus berkembang dan membuat peserta termotivasi. “Seru, asik tidak membosankan. Harapannya semoga acara MSW ini bisa lebih berkembang lagi seterusnya, terus bikin peserta termotivasi lagi,” katanya.
Peliput: Muhammad Fatir Rahman, Fadil Syah Hamidi
Penulis: Muhammad Fatir Rahman, Fadil Syah Hamidi
Editor: M. Habiby Rahmaddani Harahap

0 Komentar