Beranda Pers - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan mengusung tema budaya. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan lingkungan FISIB sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik, kreativitas, literasi, dan isu sosial.
Ketua Pelaksana PKKMB FISIB 2026, Wangi Indah, mengatakan tema budaya yang diangkat tahun ini memiliki perbedaan dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya tema budaya tidak secara khusus berfokus pada keberagaman suku, tahun ini panitia mengambil unsur budaya dari berbagai suku di Indonesia. “Tahun ini tuh aku ngambil tema terkait budaya, cuman yang ngebedain dari tahun lalu tuh budaya yang diambil itu lebih kaya ke suku-suku yang ada di Indonesia,” ujar Wangi. Konsep tersebut tidak hanya diterapkan pada tema utama, tetapi juga digunakan dalam dekorasi dan sejumlah rangkaian kegiatan. Panitia menyesuaikan unsur budaya dengan karakter FISIB sebagai fakultas yang menaungi bidang ilmu sosial dan budaya.
Rangkaian PKKMB juga diisi dengan berbagai penampilan mahasiswa FISIB. Menurut Wangi, penampilan tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi, termasuk Sastra Jepang dan Sastra Indonesia. “Dari Sastra Jepang, Indonesia dan masih banyak lagi,” katanya.
Selain menjadi kegiatan pengenalan fakultas, PKKMB FISIB 2026 juga menghadirkan pemateri yang membahas isu literasi, jurnalisme, serta gerakan massa. Salah satu pemateri yang hadir adalah Seno Gumira Ajidarma. Seno mengatakan materi yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut sebagian besar membahas bagaimana jurnalisme dapat tetap hidup di tengah perkembangan Media Sosial (Medsos). “Sebagian besar didominasi oleh topik bagaimana tetap menghidupkan jurnalisme, yang tertindas oleh medsos,” ujar Seno.
Ia berharap antusiasme mahasiswa baru terhadap materi yang diberikan tidak hanya muncul selama kegiatan PKKMB, tetapi dapat terus dipertahankan selama menjalani perkuliahan. “Semoga seperti hari ini, dan tidak berubah. Karena harapan kita kan memang hanyalah orang muda,” katanya.
Seno juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa FISIB dapat menjadi bagian dari dunia jurnalistik pada masa mendatang. Ia menekankan pentingnya mahasiswa yang serius dalam menjalankan profesi tersebut dan memiliki integritas dalam bekerja. “Banyak yang jadi wartawan di masa depan. Semoga yang serius, yang bukan amplop, yang tidak terima amplop,” ujarnya.
Selain Seno, materi mengenai literasi visual dan gerakan massa disampaikan oleh Dandhy Dwi Laksono. Yusuf Priambodo, salah satu tim Expedition Indonesia Baru yang turut terlibat bersama Dandhy, menjelaskan bahwa materi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan karya visual untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif memahami dan mengawal isu sosial.
Yusuf mengatakan materi yang disampaikan Dandhy membahas budaya literasi visual dan gerakan massa. Ia menjelaskan bahwa karya-karya film yang diproduksi bersama Watchdoc dan Koperasi Indonesia Baru tidak hanya ditujukan sebagai karya audiovisual, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menggerakkan masyarakat di tingkat akar rumput. “Tadi Mas Dandi ngomongin soal budaya literasi visual dan gerakan massa. Bagaimana setiap film-film yang sudah kami produksi, kami buat bersama Watchdoc dan Koperasi Indonesia Baru, bisa menggerakkan teman-teman di grassroot,” ujar Yusuf.
Kehadiran Dandhy dalam kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pentingnya membangun pemahaman mahasiswa muda terhadap isu sosial dan politik. Yusuf menjelaskan bahwa Dandhy melihat generasi muda saat ini akan menjadi bagian dari kelompok pemilih pemula dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, pemahaman terhadap informasi melalui visual dan audio menjadi penting, terutama di lingkungan kampus yang memiliki perhatian terhadap tulisan dan jurnalistik. “Yang pertama karena dia tahu ya Gen Z dan Alpha, terutama generasi-generasi sekarang itu adalah tiga tahun lagi akan menjadi first voters atau menjadi pemilih pemula,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, mahasiswa sebagai calon pemilih tidak cukup hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga perlu memahami latar belakang dan rekam jejak calon yang akan dipilih. Karena itu, kegiatan diskusi dan literasi di lingkungan kampus dinilai penting untuk mendorong mahasiswa menjadi pemilih yang lebih kritis. “Karena setelah tiga tahun kita juga harusnya tahu dong bahwa pemilih itu gak boleh hanya sekedar milih. Karena kita juga harus riset tokohnya, kita juga harus mengerti track record-nya, jejak rekamnya, sebagainya,” katanya.
Menurut Yusuf, gerakan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengadvokasi dan mengajak mahasiswa untuk ikut mengawal isu-isu yang sedang berkembang, khususnya yang berkaitan dengan hak asasi manusia, politik, dan demokrasi. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting untuk mulai memahami isu-isu tersebut sejak berada di lingkungan kampus. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan menghasilkan karya dan memahami informasi melalui berbagai bentuk media.
Yusuf melihat mahasiswa baru angkatan 2026 cukup antusias mengikuti materi yang disampaikan. Ia menilai hal tersebut terlihat dari pertanyaan yang diajukan mahasiswa selama kegiatan. “Mahasiswa baru teman-teman angkatan 2026 ini cukup antusias ya. Dan aku lihat, keren-keren banget pertanyaannya,” katanya.
Yusuf juga mendorong mahasiswa baru agar tidak menunggu hingga lulus untuk mulai menghasilkan karya. Menurutnya, lingkungan kampus merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mencoba, belajar, dan memperbaiki kesalahan sebelum masuk ke dunia profesional. “Kalau teman-teman anak-anak muda ini bukan memulai dari sekarang, terus kapan lagi untuk ngomongin literasi,” katanya.
Sementara itu, jumlah mahasiswa baru FISIB yang tercatat hingga saat wawancara mencapai sekitar 340 orang. Wangi menjelaskan bahwa jumlah tersebut belum sepenuhnya menggambarkan mahasiswa yang mengikuti PKKMB karena mahasiswa kelas karyawan tidak diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut. “Untuk yang aku dapat terakhir ini tuh ada di 340, cuman kayaknya yang ikut ke PKKMB itu gak semuanya karena kan ada kelas karyawan, nah kelas karyawan itu gak diwajibkan untuk ikut,” jelas Wangi.
Menurut Wangi, jumlah mahasiswa baru tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, proses penerimaan mahasiswa baru saat wawancara masih berlangsung dan belum ditutup. “Dari tahun ini tuh justru naik, dan masih proses pembukaan juga sih mahasiswa baru sampai tanggal 30 ini,” katanya.
Wangi menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan PKKMB FISIB tahun ini adalah agar mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan fakultas dengan baik. Selain memperkenalkan fasilitas dan kegiatan yang tersedia, panitia juga ingin membangun citra positif FISIB melalui rangkaian kegiatan PKKMB. “Yang penting tuh maba diharapkan bisa mengenal FISIB itu secara baik dan ngasih citra yang baik lah soal FISIB itu kayak gimana,” ujar Wangi.
Dari sisi kepanitiaan, pelaksanaan PKKMB FISIB 2026 juga menghadapi sejumlah kendala dalam proses persiapannya. Bella Shitya Ningrum, salah satu panitia PKKMB, mengatakan konsep kegiatan secara umum tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, setiap rangkaian tetap disesuaikan dengan tema yang diusung pada tahun ini. “Sebenernya kalau konsep kita tuh sama ya dari tahun ke tahun. Cuma pasti dari masing-masing kegiatannya itu tetap ada perbedaan,” ujar Bella.
Penyesuaian tersebut terlihat dari sejumlah unsur budaya yang digunakan dalam rangkaian kegiatan. Bella menyebut adanya penampilan USB Tari serta dekorasi yang menggunakan unsur budaya seperti wayang dan angklung. “Kalau kalian lihat di dekorasi di dalam tuh banyak wayang-wayang, angklung gitu. Menyesuaikan dengan tema budaya yang kita punya,” katanya.
Bella mengatakan salah satu kendala yang dihadapi panitia adalah pembagian waktu. Padatnya rangkaian PKKMB yang berlangsung sejak pagi hingga sore membuat panitia harus mengatur waktu setiap kegiatan secara cermat. Selain itu, keterlambatan yang berada di luar kendali panitia juga terkadang membuat jadwal bergeser dari rundown.
Bella juga menyebut koordinasi dengan pihak struktural menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keterlambatan pihak tertentu dapat berdampak pada rangkaian acara berikutnya karena panitia harus tetap menyesuaikan dengan rundown yang telah disusun. “Kalau rundown atasnya udah gak bener tuh ke bawahnya bakal hancur juga kan,” ujar Bella.
Di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga memberikan tanggapan mengenai pengalaman mereka mengikuti PKKMB. Tubagus Ramma Rotta Fadillah dan Sanaya Bisyir, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses awal mereka mengenal lingkungan kampus dan program studi yang dipilih.
Tubagus mengatakan ketertarikannya memilih Ilmu Komunikasi berkaitan dengan pentingnya kemampuan menyampaikan pesan di era saat ini. Ia juga tertarik mempelajari public speaking dan jurnalistik. “Saya tertarik Ilmu Komunikasi karena di era yang sekarang ini kita sangat bergantung sama dengan cara kita menyampaikan pesan, terus kita juga belajar untuk public speaking dan selanjutnya sih, kayak belajar buat speaking jurnalistik,” ujar Tubagus.
Sementara Sanaya memilih Ilmu Komunikasi karena melihat prospek kerja yang luas serta keterkaitannya dengan kemampuan berinteraksi. Ketertarikannya dalam membuat konten juga menjadi salah satu alasan memilih program studi tersebut. “Ilmu Komunikasi tuh prospek kerjanya luas banget ya. Terus ilmunya juga dipakai buat belajar cara kita bisa interaksi sama orang dengan baik. Terus aku juga suka bikin konten,” kata Sanaya.
Keduanya juga memiliki harapan terhadap proses perkuliahan yang akan dijalani. Tubagus berharap Ilmu Komunikasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitasnya, sedangkan Sanaya ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman praktik, terutama dalam public speaking dan editing, sekaligus memperluas relasi.
Rangkaian PKKMB FISIB 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus. Selain mengenal fakultas dan program studi, mahasiswa juga mulai diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan selama masa perkuliahan.
Peliput: Intan Dwi Sasmita, Bunga Vania
Penulis: Bunga Vania
Editor: M. Habiby Rahmaddani Harahap

0 Komentar