Beranda Pers - Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Pakuan, menyelenggarakan Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM) XXVI pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Universitas Pakuan, Bogor. Kegiatan yang diikuti 26 tim pelajar SMA/MA sederajat dari wilayah Bogor dan Sukabumi ini melampaui target awal panitia yang sebanyak 25 tim.
Ketua Pelaksana LCTM XXVI, Maya Humayyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Beyond Numbers, Think Fast, Solve Smarter” yang menekankan kemampuan berpikir cepat dan penyelesaian masalah melalui matematika. “Matematika tuh tidak boleh dilihat sekadar sebagai hafalan rumus atau hitung-hitungan angka mati,” ujar Maya
Menurut Maya, tema tersebut juga menjadi upaya untuk melatih kemampuan pelajar dalam menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat melalui kompetisi antartim.
Pelaksanaan LCTM XXVI terdiri atas tiga tahapan, yakni babak penyisihan, semifinal, dan final. Pada babak penyisihan, setiap tim mengerjakan sekitar 50 soal dalam waktu kurang lebih satu jam. Sebanyak sembilan tim kemudian dipilih untuk melanjutkan kompetisi ke babak semifinal yang dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok mengirimkan satu tim ke babak final untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Dalam proses penilaian, juri LCTM XXVI, Ani Andriyati, M.Si., menjelaskan bahwa kemampuan dasar matematika dan ketepatan menjawab menjadi kriteria utama dalam menentukan hasil perlombaan. Sistem penilaian juga mengacu pada tata tertib yang telah disampaikan kepada peserta sebelum kompetisi dimulai. “Ketepatan dalam menjawab itu yang menjadi kriteria tim itu mendapatkan juara atau tidaknya,” kata Ani.
Juri lainnya, Maya Widyastiti, M.Si., menjelaskan bahwa soal dalam kompetisi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, mulai dari kategori rendah hingga tinggi. Perbedaan tingkat kesulitan tersebut turut memengaruhi perolehan poin setiap tim.
Dari sisi peserta, Dinda Leviani Sahira dari SMAN 3 Bogor mengaku menghadapi kesulitan pada materi logaritma. Ia juga menyebut padatnya kegiatan penilaian di sekolah menjadi tantangan dalam mempersiapkan diri mengikuti perlombaan. “Menurut saya lumayan susah untuk bagian logaritmanya, tapi mungkin yang materi lain-lainnya lumayan gampang,” ujar Dinda.
Sementara itu, tim SMA Cahaya Rancamaya yang diwakili Hilal Abiyu Al Zayyan dan Quello Praptama Mulya berhasil meraih juara pertama dalam LCTM XXVI. Keduanya mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama sekitar satu minggu sebelum perlombaan dengan mempelajari sejumlah materi, termasuk statistika dan kalkulus.
Hilal mengaku senang atas pencapaian tersebut, sedangkan Quello mengatakan bahwa timnya berusaha mengikuti perlombaan tanpa terlalu terbebani oleh hasil akhir. “Strategi kita tuh nothing to lose. Jadi kalau kalah ya udah, enggak apa-apa,” ujar Quello.
Maya Humayyah berharap penyelenggaraan LCTM XXVI dapat meningkatkan minat pelajar terhadap matematika serta mendorong mereka untuk tidak takut menghadapi materi yang selama ini dianggap sulit. “Dari situ melatih juga buat siswa-siswa biar termotivasi untuk janganlah takut sama hitung-hitungan,” tuturnya.
Peliput: M. Habiby Rahmaddani Harahap, Abinaya Putra Hasbullah
Penulis: M. Habiby rahmaddani Harahap
Edior: M. Xezi Artawinata

0 Komentar