Padepopan: Sweet Escape 2026 Hadirkan Ruang Hiburan dan Kebersamaan bagi Pengunjung

 

Acara musik Padepopan:Sweet Escape yang berlangsung di Jatijajar, Transit Hub, Kota Depok (1/11/2026)/Beranda Pers/M. Habiby Rahmaddani Harahap, M Gilar Haekal


Beranda Pers - Minggu, 1 November 2026, festival musik Padepopan: Sweet Escape 2026 berhasil menghadirkan pengalaman hiburan yang mendapat apresiasi positif dari pengunjung. Yang bertempatan di Jatijajar Transit Hub, Depok, acara ini mengusung tema “Datang Ringan, Pulang Senang” dengan menghadirkan musisi nasional, talenta lokal, komunitas, serta UMKM. Tema Sweet Escape dipandang sebagai ruang bagi pengunjung untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari melalui musik, hiburan, dan kebersamaan.

Kanaya salah satu volunteer Padepopan 2026 dari divisi Usher Sponsor, menjelaskan bahwa menurut dia tema tersebut menggambarkan momen untuk menikmati waktu bersama dan menciptakan kenangan. “Menurut aku, Sweet Escape ini kaya ngegambarin momen untuk kita bisa sejenak ngelepas cape dari kesibukan sehari-hari melalui ya musik, hiburan, dan kebersamaan. Jadi, Padepopan ini bisa jadi tempat untuk menikmati musik dan ya sekaligus nyiptain pengalaman dan kenangan gitu,” ujarnya. Baginya, pengalaman terlibat dalam penyelenggaraan Padepopan juga memberikan banyak pembelajaran, terutama dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak eksternal.

Dari sisi penyelenggaraan, keberadaan dua panggung menjadi salah satu hal yang paling banyak dipuji penonton. Silvia, pengunjung yang baru pertama kali hadir di Padepopan, menilai konsep tersebut membuat pengunjung lebih leluasa menikmati penampilan musisi. “Kalau aku, aku pertama kali nih tahun ini, sebenernya udah oke banget sih ada dua panggung, jadi crowd-nya dua gitu mantep deh, best,” katanya. Pendapat serupa disampaikan Anggini yang menilai tata letak venue tahun ini lebih baik dibanding edisi sebelumnya. “Menurut aku venue yang tahun ini kayak lebih bagus soalnya ditaruhnya di kanan kiri ya nah abis itu lebih bagus sih dari tahun lalu, aku kesini juga soalnya,” ujarnya.

Selain venue, rangkaian penampil musisi juga menjadi daya tarik utama Padepopan: Sweet Escape 2026. Penonton menilai kurasi line up menarik karena memadukan musisi nasional dan lokal. Alfin mengaku paling menantikan penampilan Alkateri. “Dari line up sih paling gua nunggunya alkateri ya, soalnya gua emang lagi sering dengerin lagu lagu alkateri sih akhir‐akhir ini,” katanya. Sementara itu, Lomba Sihir menjadi penampil yang paling ditunggu oleh Anggini dan Silvia. Antusiasme tersebut terlihat dari semangat pengunjung yang menikmati penampilan musisi sejak awal hingga akhir acara.

Konsep Padepopan yang menggabungkan musik, komunitas, kuliner, dan ruang kreatif juga dinilai sesuai dengan ekspektasi pengunjung. Silvia menyebut tema visual festival terasa konsisten dengan pengalaman yang ditawarkan. “Sesuai temanya kaya bricks gitu kan kotak kotak sesuai banget sih,” ujarnya. Meski demikian, ia tetap memberikan masukan agar pencahayaan di area festival dapat ditambahkan pada penyelenggaraan berikutnya demi kenyamanan pengunjung. “Sama paling ini ya kak, penerangannya ditambahin,” tambahnya.

Di balik keseruan acara, Kanaya menilai koordinasi dan penyampaian informasi masih dapat ditingkatkan, baik antar-divisi maupun dengan pihak eksternal. “Menurut aku, koordinasi dan penyampaian informasi masih bisa ditingkatkan, baik antar-divisi maupun dengan pihak eksternal. Harapannya, ke depannya persiapan bisa lebih terstruktur sehingga pelaksanaan acara semakin maksimal,” tuturnya. Ia juga menyampaikan harapan agar Padepopan terus berkembang dan semakin besar.

Bagi penonton maupun panitia, Padepopan: Sweet Escape 2026 menjadi bukti bahwa festival musik dapat menjadi ruang berkumpul yang hangat, inklusif, dan berkesan. Alfin berharap Padepopan dapat kembali menghadirkan penyelenggaraan yang baik di masa depan. “Semoga padepopan bisa ngadain konser yang bagus kaya gini lagi kedepannya bisa lebih baik lagi secara venue, penampil, fasilitas juga,” pungkasnya.

Peliput: M. Habiby Rahmaddani Harahap, M Gilar Haekal
Penulis: M. Habiby Rahmaddani Harahap, M Gilar Haekal
Editor: Bunga Vania

Posting Komentar

0 Komentar