Suasana Mimbar Bebas Calon Presiden-Wakil Mahasiswa Galuh-Rivan pada Rabu (21/01/2026)/ Beranda Pers/Irsyad Arif
Beranda Pers — Pelaksanaan mimbar bebas pada pasangan calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, yaitu Galuh Maulana Abdullah dari Fakultas Hukum dan Rivan Fauzi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2025 bertempat di gedung Graha Pakuan Siliwangi (GPS) lantai 1.
“Komitmen yang kita akan bangun adalah kepemimpinan kita yang bersifat demokrasi,” ucap Galuh.
Dari hasil peliputan, tidak terlalu banyak partisipan yang datang dalam mimbar bebas, kurang lebih 30 partisipan. Peran Galuh-Rivan ingin mengkonkritkan bahwa mereka ingin menyediakan wadah bagi siapa saja, yang ingin mengetahui grand design selama satu tahun periode.
“Kita akan membuat media informasi, kita punya media, yaitu Galuh-Rivan, semua informasi ada di situ. Apa saja yang dilakukan sama kita selama satu periode,” jelas Galuh.
Hal serupa dituturkan oleh Rivan, ”Saya harap dari kelembagaan bisa ikut andil dan percaya agar menyelesaikannya bersama-sama,” ucapnya.
Dari mimbar bebas, perwakilan dari fakultas turut bertanya mengenai yang ingin dilakukan selama keperiodikan Galuh-Rivan, Biaya Kuliah Tunggal (BKT), hingga menanyakan kesanggupan sebagai Wakil Presiden Mahasiswa tidak terulang kembali seperti sebelumnya.
Galuh-Rivan menyoroti pembiayaan BKT pada angkatan 2025. “Pelaksanaan ujian harus bisa dilakukan oleh seluruh mahasiswa, jangan sampai ada beberapa mahasiswa mengalami kendala, akhirnya tidak bisa mengikuti ujian,” jelas Galuh.
Kemudian Galuh menyampaikan pernyataan saat mimbar bebas. Berdasarkan pantauan reporter, Galuh akan berkomitmen dan memastikan Wakil akan bekerja sebagai mestinya. “Saya akan menjamin bahwa Wakil Presiden Mahasiswa bisa melakukan tanggung jawabnya,” kata Galuh.
Terkait permasalahan Pemilihan Raya 2025, Galuh mengatakan bahwa aturan yang bersifat pertentangan melalui forum kelembagaan, kemudian hasilnya mendapati musyawarah mufakat yang disepakati sebelumnya.
“Bicara gejolak politik itu wajar,dan lumrah yang terjadi hari ini, tinggal bagaimana kita merespon,” tutur Galuh.
Pada dasarnya, keperiodikan mereka akan bertanggung jawab dan mengakomodir dan bisa direspon oleh tingkat fakultas.
Pada kepengurusan sebelumnya, Galuh-Rivan menuturkan bahwa tidak akan melebihi satu tahun periode seperti yang terjadi pada periode Gito Pamungkas. “Komitmen bersama kita tuh tidak melebihi daripada batas tersebut,”
Gaya kepemimpinan demokrasi, Galuh-Rivan akan memberikan komitmen untuk mahasiswa. “Yang ingin kita laksanakan itu berbedalah, kita akan memberikan wadah pengembangan yang lebih baik lagi,” ucap Rivan.

0 Komentar