LPM Suara Ekonomi Gelar KABAR SE XI, Angkat Isu Disinformasi di Era Digital

 

Acara Kanal Akbar Suara Ekonomi di Aula FEB Universitas Pancasila (10/10/2026)/Beranda Pers/Muhammad Fatir Rahman/Bunga Vania/Fadil Syah Hamidi


Beranda Pers - 10 Oktober 2026, Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi menggelar Kanal Akbar Suara Ekonomi XI (KABAR SE XI) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Pancasila. Acara ini mengusung tema “Membangun Nalar Kritis Pemuda untuk Melawan Disinformasi di Era Digital”. Tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap maraknya penyebaran berita hoaks dan informasi yang menggiring opini di media sosial. Melalui rangkaian lomba, games dan talkshow, peserta diharapkan mampu memilah informasi secara kritis.

Audia Nesa Dwi Rahma selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena penyebaran hoaks dan informasi yang menggiring opini semakin marak di media sosial. Melalui kegiatan ini, panitia ingin mendorong peserta agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Kita ambil tema ini karena sekarang ini di media sosial sudah banyak beredar berita-berita hoaks, terus banyak berita yang menggiring opini. Jadi, kita ingin peserta bisa memilih dan memilah, menyikapi, serta menyebarkan berita berdasarkan fakta dan data. Kita juga ingin LPM-LPM yang datang memahami bahwa fakta itu penting banget dalam wawancara,” ujar Audia.

Menurut Audia, kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara lebih kritis. Selain itu, peserta diharapkan mampu memeriksa kebenaran berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dalam proses persiapannya, panitia menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya mencari narasumber yang sesuai dengan tema. Panitia juga perlu memastikan bahwa tema yang diangkat relevan dan menarik bagi kalangan muda.

Setelah mempertimbangkan isu yang relevan dengan kondisi saat ini, panitia menetapkan tema “Membangun Nalar Kritis Pemuda untuk Melawan Disinformasi di Era Digital”. Untuk membahas isu tersebut, panitia menghadirkan Virdian Aurellio sebagai narasumber.

Virdian Aurellio menilai bahwa isu-isu yang berkembang saat ini perlu disampaikan kepada masyarakat secara luas, terutama di tengah besarnya pengaruh internet dan media digital terhadap generasi muda. Ia mengaku bersedia hadir karena menganggap penyebaran kesadaran terhadap isu-isu terkini sebagai hal penting. “Alasan mau ngisi adalah sebenarnya aku merasa awareness soal isu hari ini harus disampaikan sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Apalagi yang aku apresiasi hari ini yang bikin acara Lembaga Pers,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan lembaga pers mahasiswa dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi kampus lain. “Dan itu bagus banget, harus jadi contoh buat kampus lain, bahwa Lembaga Pers harus punya kedaulatan, bahkan enggak boleh kalah sama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),” sambungnya.

Menurut Virdian, tema tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki populasi generasi muda dalam jumlah besar dan aktif menggunakan internet. “Karena Indonesia ada dalam masyarakat yang mayoritasnya adalah generasi muda, 60% lebih. Mereka semuanya adalah native digital dan mereka semuanya adalah orang-orang yang aktif di internet. Sehingga ini membuat potensi harus kita maksimalin,” jelasnya.

Kehadiran Virdian, turut menarik perhatian audiens. Salah satunya Alvin Jordan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasila, yang tertarik mengikuti acara karena tema yang diangkat dinilainya relevan dengan kehidupan saat ini. “Apalagi sekarang, apa-apa digital. Jadi, kita memang harus kritis banget untuk saat ini. Itu yang membuat saya tertarik untuk mengikuti acara hari ini,” kata Alvin.

Alvin juga berharap penyelenggaraan acara berikutnya dapat berjalan lebih tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Ia menyoroti keterlambatan narasumber dan berharap hal tersebut tidak terulang. “Tadi narasumbernya agak telat. Semoga ke depannya enggak telat dan semua acara berjalan lancar, dari satu rangkaian ke rangkaian berikutnya sesuai rundown. Jadi, ke depannya lebih seru dan jangan telat,” ujarnya.

Selain menyampaikan harapan, Alvin turut memberikan kesan terhadap acara tersebut. Menurutnya, kegiatan berlangsung cukup seru dengan games yang variatif serta pembawa acara yang membawakan kegiatan dengan baik. Meski demikian, ia menilai keterlambatan narasumber menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. “Secara keseluruhan sudah lumayan seru. Cuma kekurangannya tadi narasumber agak telat. Games-nya juga variatif dan seru, MC-nya fokus, cara ngomongnya juga lancar,” ungkap Alvin.

Pendapat lain juga disampaikan oleh Rebecca Valencia. “Menurut saya acara hari ini tuh sangat berguna, apa lagi untuk kita anak muda saat ini yang sudah mulai menjerumus ke dunia digitalisasi. Jadi sebagai anak muda tentunya harus bisa memilih informasi mana yang hoaks atau ga hoaks, dan juga harus bisa berpikir kritis,” jelas Rebecca.

Kegiatan Kanal Akbar Suara Ekonomi XI (KABAR SE XI) menjadi salah satu upaya Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya berpikir kritis. Melalui rangkaian lomba, games, dan talkshow, peserta diajak untuk memilah informasi yang beredar di media sosial. Dengan mengangkat isu disinformasi sebagai tema utama, acara ini diharapkan dapat mendorong generasi muda agar lebih cermat dalam memeriksa informasi dan tidak mudah termakan hoaks.

Dalam penutupnya Audia Nesa Dwi Rahma selaku Ketua Pelaksana juga berharap untuk KABAR SE selanjutnya, “Semoga KABAR SE ke-XXI nanti mengangkat tema yang lebih fresh dan memberikan dampak lebih besar bagi pemuda maupun masyarakat Indonesia.”


Peliput: Muhammad Fatir Rahman, Bunga Vania, Fadil Syah Hamidi

Penulis: Muhammad Fatir Rahman, Fadil Syah Hamidi

Editor: M. Habiby Rahmaddani Harahap

Posting Komentar

0 Komentar