![]() |
| Suasana Bioskop Mini CLP Pada Sabtu (10/1/26) Beranda Pers/Alfandi Ilham |
Acara ini merupakan program kerja (proker) dari CLP yang rutin diselenggarakan setiap setahun sekali, yang sebelumnya diberi nama CLP Premier. Namun, tahun ini ada pergantian nama yang berbeda dari tahun sebelumnya menjadi BMC dengan mengangkat tema “IMAGINARIUM” yang memiliki makna sebagai ruang untuk berkembang, serta tempat kreativitas, ide, dan rasa ingin tahu bertemu. Tujuan dari acara ini untuk mewadahi para Filmmaker, seperti yang dijelaskan oleh Aqshal Viko, selaku ketua pelaksana. “Tujuan acara ini adalah CLP ingin mewadahi para Filmmaker indie yang ada di Jabodetabek untuk memberi panggung kepada mereka supaya karya-karya mereka itu bisa mendapat apresiasi lebih dari orang-orang,” jelas Viko.
BMC menampilkan delapan film pendek dengan genre yang berbeda-beda, film-film tersebut adalah hasil partisipasi dari beberapa komunitas dan organisasi film yang ada di Jabodetabek, termasuk CLP. Tidak hanya dari daerah itu saja, ada salah satu film dari organisasi film Institut Seni Indonesia (ISI) yang ada di Bali, hal tersebut menjadi bukti antusias para Filmmaker untuk berpartisipasi dalam acara BMC ini. Salah satu audiens mengaku terkesan sekaligus kaget mengenai hal tersebut. “Kesannya sih jujur seru. Apalagi, kan, baru pertama kali dan terkejut karena ada beberapa film yang bukan dari Bogor saja, seperti dari ISI Bali sama ISI Jakarta,” pungkas Melandri, seorang mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIK) Kota Bogor.
Dengan adanya acara ini, menjadi tempat berkumpulnya para pembuat film dan para penikmat film, menjadi tempat untuk mencari ilmu dan relasi seperti yang dirasakan oleh Syahrul, seorang mahasiswa UIK. “Kalau gue di sini mendapat ilmu tentang perfilman, nambah referensi, dan menambah relasi juga,” pungkasnya. Selaras dengan apa yang diharapkan oleh Viko untuk audiens setelah dari acara BMC ini. “Harapan gue untuk audiens setelah dari acara ini yang pertama mendapat relasi, kedua mendapat ilmu tentang perfilman, dan ketiga mendapat pengalaman yang baru tentang perfilman. Karena di sini kita tidak hanya menayangkan film saja, namun akan ada juga sesi diskusi dan sharing session. Dari situ mereka mendapat ilmu baru dan pengalaman setelah dari sini,” pungkas Viko.
Melandri menyarankan, “Untuk BMC kedepannya lebih diperhatikan lagi dari teknisnya, mulai dari audio ada yang kurang terdengar dan lebih diatur lagi tempat duduknya agar audiens yang depan dan belakang sama-sama bisa menonton dengan jelas dan nyaman,” pungkasnya Melandri. Viko berharap untuk BMC kedepannya, “Semoga sih acara ini kedepannya tetap berjalan dan tetap berinovasi, seperti yang dilakuin tahun ini semoga tetap bertahan dan semoga kedepannya semakin besar skalanya,” pungkasnya.
Tak lupa Melandri dan Syahrul juga memberikan harapan untuk BMC kedepannya, “Untuk harapannya mungkin perluas kerjasamanya dengan Filmmaker agar lebih ramai acaranya dan berjalan terus,” ucap Melandri.
Sementara Syahrul mengungkapkan, “Harapan gue sih jadi lebih baik lagi, mungkin kedepannya bisa ditambahkan pemateri,” tutupnya.
Peliput/Penulis :Alfandi Ilham
Editor: Rahma Trianasari

0 Komentar