Batamu Radio diselenggarakan oleh pengelola Batamu Space dengan melibatkan berbagai komunitas dan pelaku kreatif lokal. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi terbuka yang mempertemukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas hobi, seniman, serta pengunjung umum dalam suasana santai dan inklusif.
Tim Marketing Batamu Space, Reksy, mengatakan bahwa Batamu Radio lahir dari keinginan untuk mendukung usaha-usaha lokal di sekitar kawasan Puncak yang selama ini masih terbatas ruang promosinya. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali kegiatan berbasis komunitas yang menyasar generasi muda. “Batamu Radio ini kita buat untuk mengangkat UMKM dan usaha-usaha di sekitaran Puncak, sekaligus menggaungkan event-event untuk generasi sekarang,” ujar Reksy.
Menurutnya, Batamu Radio juga membawa misi memperkenalkan budaya kopi dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menilai kopi tidak hanya identik dengan aktivitas santai, tetapi juga dapat menjadi medium kolaborasi lintas bidang, mulai dari musik hingga seni visual. “Kopi itu bukan cuma soal nongkrong, tapi ada nilai dan ceritanya. Dari situ bisa dikolaborasikan dengan musik dan komunitas,” katanya.
Batamu Radio secara khusus menyasar generasi muda dan komunitas kreatif sebagai audiens utama. Reksy menjelaskan, kelompok tersebut dipilih karena memiliki ide-ide segar serta semangat kolaboratif yang dinilai mampu mendorong perkembangan ekosistem kreatif lokal. “Kita banyak belajar dari anak-anak Gen Z yang kreatif. Ini jadi wadah untuk mengembangkan mereka, sekaligus mengembangkan kami juga sebagai pelaku usaha,” ungkapnya.
Sejumlah komunitas turut dilibatkan dalam kegiatan ini, di antaranya Morning Club, Puncak Runner, komunitas Vespa, hingga Highline Scooter. Keterlibatan komunitas tersebut menjadi bagian dari konsep acara yang menekankan kebersamaan dan partisipasi aktif, bukan sekadar tontonan.
Selain pertunjukan musik, Batamu Radio juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung, seperti kolaborasi seni rupa melalui live painting, aktivasi UMKM, serta pertunjukan kreatif lainnya yang berlangsung secara langsung di lokasi acara. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Respons positif datang dari para pengunjung yang hadir. Salah satu pengunjung, Ian Supriadi, menilai Batamu Radio menghadirkan suasana baru di kawasan Puncak yang jarang menghadirkan acara musik dengan konsep serupa. “Seru, jarang ada DJ-DJ kayak gini di Puncak. Jadi, hiburan juga buat refresh,” ujarnya.
Ian menambahkan, acara ini memberikan alternatif hiburan bagi anak muda di kawasan Puncak. Ia juga mengaku tertarik untuk kembali menghadiri kegiatan serupa di masa mendatang, meski berharap area acara dapat diperluas agar pengunjung lebih leluasa.
Sementara itu, guest star yang tampil dengan nama panggung Brilionaire atau Bang Bio menilai acara berbasis komunitas memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan tampil di panggung besar. Menurutnya, ruang komunitas memungkinkan interaksi yang lebih dekat antara musisi dan audiens. “Kalau di ruang komunitas itu lebih intimate, lebih dekat sama penontonnya,” kata Bio.
Reksy menambahkan bahwa Batamu Radio bukan merupakan kegiatan perdana. Sebelumnya, acara serupa telah digelar dalam skala yang lebih kecil. Melihat antusiasme pengunjung dan komunitas, pihak penyelenggara berencana menjadikan Batamu Radio sebagai agenda rutin. “Sebelumnya sudah ada, tapi masih versi mikro. Ke depannya, insyaallah akan kita adakan setiap tahun,” pungkasnya.
Melalui Batamu Radio, pengelola berharap kegiatan berbasis komunitas dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari ekosistem kreatif lokal di kawasan Puncak. Kehadiran acara ini dinilai tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara UMKM, komunitas, dan generasi muda dalam mengembangkan potensi kreatif daerah.
Peliput: Muhammad Gilar Haekal, Muhammad Habiby Rahmaddani Harahap
Penulis: Muhammad Habiby Rahmaddani Harahap
Editor: Rahma Trianasari

0 Komentar