PT PMC Kembali Membenturkan Masyarakat dan Menurunkan Alat Berat Melalui Desa Sukaluyu Menuju Sukajaya

 

Suasana Konflik di Sukajaya (3/08/2026)/Beranda Pers/Alfandi Ilham, M.Rizal Pratama Morales

Beranda Pers – Senin, 3 Agustus 2026, pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) PT Prima Mustika Candra (PMC) kembali membuat konflik horizontal dan menurunkan alat berat berupa ekskavator berjumlah satu unit ke Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Ekskavator datang melalui Desa Sukaluyu yang dikawal oleh sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) guna melanjutkan pembukaan lahan yang sebelumnya sudah dikerjakan. 

Tak hanya itu, masyarakat pun kembali dibenturkan secara horizontal, masyarakat Sukajaya terpecah menjadi dua kubu, yakni mereka yang melakukan aksi perlawanan dan kelompok masyarakat yang berada di sisi berlawanan, kondisi tersebut membuat fokus masyarakat Sukajaya terpecah, antara alat berat dan massa yang melakukan aksi, “Pas kita ngobrol sama camat, di saung, di kebun kelompok tani Maduhur. Alat beratnya malah bergerak. Sepertinya itu pengalihan fokus dari warga, gaya-gaya si camatnya.” Jelas Rafael, Aliansi Sukajaya Melawan. 

Sofyan selaku Rukun Tetangga (RT) Sukajaya menanggapi fenomena tersebut, “Ini kita sayangkan, kejadian hari ini juga melibatkan masyarakat yang mana adalah masyarakat Sukajaya itu sendiri, mereka datang dengan diiming-imingi sejumlah uang. Tanpa mereka dikasih tahu sebenarnya ini dalam rangka apa. Ini yang kemudian kita sinyalir memang pihak PT ini mencoba untuk melakukan upaya adu domba konflik horizontal masyarakat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Alat berat datang dengan dikawal sejumlah masyarakat, “Kurang lebih mereka berjumlah 50 orang, alat berat itu dikawal oleh preman. Dan mereka bergerak dari titik yang sama seperti kejadian yang terjadi di bulan sebelumnya,” ucap Sofyan. Rafael menambahkan, “Hasil hitungan kita kalau dihitung semua dari, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan warga yang dibayar, ada 150 orang,” tambahnya. 

Informasi yang didapat Sofyan melalui Rukun Warga (RW) menyebutkan bahwa pihak PT diduga telah melakukan pendekatan secara door to door kepada masyarakat. Dalam proses tersebut, terdapat masyarakat yang mengatasnamakan PT dan meminta warga untuk terlibat dalam pengawalan alat berat. Informasi mengenai rencana kedatangan alat berat tersebut telah beredar di masyarakat sejak satu minggu sebelum kejadian, “Informasi ini juga kita terima seminggu sebelumnya, ini beredar di masyarakat,” jelas Sofyan. 

Alat berat tersebut kemudian datang dan mulai melakukan sejumlah aktivitas konstruksi, “Jadi pada saat alat berat itu masuk ke dekat perbatasan mereka juga melakukan perusakan, seperti perusakan pipa warga dan mereka juga melakukan perusakan terhadap pohon-pohon yang ada di sana. Untuk buka jalur antara Sukaluyu dengan Sukajaya supaya mereka bisa masuk,” jelas Sofyan. 

Saat kedatangan alat berat, masyarakat Sukajaya melakukan sejumlah langkah, tak hanya penghadangan, tetapi juga konsolidasi dan pelaporan kepada pihak keamanan, “Kita coba konsolidasikan supaya kita tidak anarki, kita coba sepreventif mungkin supaya tidak ada korban, dan menginformasikan ini ke pihak keamanan, Polisi Sektor (Polsek) dan Bhayangkara Pembina Keamanan Masyarakat (Bhabinkamtibmas),” ujar Sofyan

Pada pukul 12.00 WIB alat berat berhasil diarahkan mundur oleh masyarakat, “Karena memang kita sendiri kemudian menolak keberadaan pihak PT. Terus kita juga kemudian mencegah upaya bagaimana caranya alat berat itu tidak masuk ke wilayah Sukajaya. Karena memang mereka masuknya itu lewat Desa Sukaluyu,” tutur Sofyan. Situasi antara masyarakat yang sempat terbelah pun akhirnya dapat diredam setelah pihak Kecamatan dan Kapolsek datang untuk mencegah terjadinya konflik horizontal.

Rafael, koordinator Aliansi Sukajaya Melawan, menambahkan, “Untungnya, sesama warga yang diajak atau bisa dibilang, ditipu oleh PT, saling kenal sama warga petani di sini, jadi saling respect. Akhirnya ada momentum salam-salaman dan menyanyikan lagu Indonesia pusaka bareng. Nah itu kan menandakan, berarti warga itu memang dijebak atau ditipu oleh PT yang mencoba membuat konflik horizontal,” tambahnya. 

Peliput: Alfandi Ilham, M. Rizal Pratama Morales 
Penulis: Alfandi Ilham
Editor: M. Habiby Rahmaddani Harahap

Posting Komentar

0 Komentar