Kamisan Bogor Gelar Diskusi Umum "Penindasan yang Berkepanjangan" Di Skatepark Sempur

Suasana Kegaitan Dikusi Umum di Skatepark Sempur Kota Bogor

Beranda Pers – Kamis, 30 Juli 2026, Kamisan Bogor menyelenggarakan diskusi umum di Skatepark Sempur, Kota Bogor, dimulai dari pukul 16.00 sampai 19.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Diskusi ini terbuka untuk semua masyarakat, dan tidak dipungut biaya, dengan tema diskusi “Penindasan yang Berkepanjangan” kegiatan ini menjadi wadah yang menyatukan beberapa elemen masyarakat secara kolektif, salah satunya masyarakat Sukajaya yang sedang mengalami konflik agraria. 

Tidak hanya sekadar berdiskusi, orasi, dan berpuisi, kegiatan ini juga diramaikan dengan adanya pasar gratis dan lapakan buku untuk meramaikan kegiatan tersebut. Tidak di Tugu Kujang, Sempur dipilih menjadi tempat melakukan diskusi karena salah satu pusat kota dan tempat keramaian yang bisa menarik perhatian masyarakat sekitar untuk bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut. 

Irsyad, bagian dari Kamisan Bogor menjelaskan mengapa mengangkat tema “Penindasan yang Berkepanjangan. “Pertama dari lingkup yang luas, cakupannya luas, kita lihat dan kita tahu bahwasanya, makin kesini kita sebagai warga negara tuh ditindas dari proyek-proyek negara, aparat, kemudian yang kita tahu, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sudah disahkan. Dari situ lahir tagline “Semua bisa kena” itu menjadi ciri kenapa tema penindasan yang berkepanjangan diadakan,” Jelasnya. 

Ia menambahkan, “Karena makin kesini dan makin hari itu makin ditindas, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Kemudian kita mengerucut lagi dari kasus-kasus polemik yang ada di Bogor yaitu Sukajaya Kasus yang kerap terjadi di Sukajaya, mereka itu masih mengalami penindasan yang belum ada ujungnya, karena kita lihat bahkan sekarang sudah generasi ketiga mereka masih saja mengalami penindasan yang bisa disebut penindasan yang berkepanjangan,” tambahnya. 

Kegiatan ini menjadi wadah untuk masyarakat Bogor khususnya, untuk beraspirasi dan bersilaturahmi, seperti yang dirasakan Asep, masyarakat Sukajaya, “Kegiatan ini sebagai ruang kami menyampaikan keresahan kami masyarakat Sukajaya. Yang hari ini cukup banyak intimidasi, baik secara verbal dan non verbal. Negara memang hadir, tapi hanya sekedar menonton. Tidak memfasilitasi apa yang menjadi kepentingan kami masyarakat pertanian. Sehingga hari ini kita hanya teriak-teriak bagaimana keadilan bisa datang kepada kami,” pungkasnya. 

Selaras dengan David, peserta diskusi, “Saya mengikuti kegiatan ini, saya berangkat dari keresahan saya sendiri, karena ingin mempunyai tempat atau wadah untuk menyampaikan aspirasi,” tuturnya, menjadi wadah bagi masyarakat memang tujuan dari kegiatan itu sendiri, seperti yang diucap Fahri, koordinator Kamisan Bogor, “kegiatan ini sekaligus menjadi wadah dan ruang pertemuan dari beberapa kolektif dan juga warga yang terdampak,” ucapnya. 

Dalam kegiatan ini antusiasme masyarakat cukup besar, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang ikut serta, Fahri menanggapi, “Syukur sekarang tuh teman-teman juga lumayan banyak yang datang dan itu dari berbagai simpul, dan berharap kepedulian dari masyarakat Bogor tuh bisa balik lagi, ” Ucapnya, dengan adanya diskusi ini selain menjadi wadah, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat bogor terhadap isu atau konflik yang sedang terjadi. 

Bagi Asep, “Kegiatan Kamisan ini saya rasa sangat menginspirasi ya. Karena memang ada banyak suara yang termarjinalkan, tidak terakomodasi. Dan ini menjadi ruang-ruang senyap yang akhirnya bisa terdengar. Paling tidak di ruang lingkup kabupaten, bahkan bisa lebih luas lagi di pusat,” pungkasnya, sama dengan David, “Sangat positif, banyak pelajaran yang di dapati, dan kalau semisal kita tidak punya kawan juga jangan takut untuk berangkat sendiri dari rumah, karena di sini kita bisa berkenalan, dengan orang baru, mungkin bisa jadi saudara atau jadi relasi ke depannya,” tuturnya. 

Mereka berharap, “Bisa terus berkesinambungannya setiap pekannya, setiap hari Kamis. Dan bisa konsisten dilakukan karena barangkali banyak masyarakat yang resah, yang ingin menyampaikan banyak hal dengan suara-suara yang tidak sampai ke pusat sana. Jadi wadah ini sangat bermanfaat,” ungkap Asep, David juga mengatakan, “Harapannya untuk bisa merangkul lebih luas lagi, kalau bisa satu bogor ikut Kamisan semua, dari kota, kabupaten bisa berangkat kesini. Makin luas makin melebar, jangan diam, melawan.”

Peliput: Alfandi Ilham, Abinaya Putra

Penulis: Alfandi Ilham

Editor: Bunga Vania

Posting Komentar

0 Komentar