FrekuenZone: Connect, Share, & Level Up

 

Sumber: Dokumentasi Pribadi Reporter Beranda Pers

Beranda Pers – Senin, 8 Juni 2026 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Televisi Radio Media Baru 3 (TRMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Multiplatform 2026” yang bertempatan di Studio Radio Swara Pakuan Gedung FISIB Universitas Pakuan, dimulai pukul 10.00-14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Acara ini dirancang untuk menjadi ruang kolaborasi dalam menampilkan berbagai karya kreatif dari hasil pembelajaran selama satu semester. Siaran multiplatform merupakan bentuk pengembangan dalam dunia penyiaran radio yang mengintegrasikan media audio dan visual dalam satu kesatuan program.

Dengan konsep Frequen Zone kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan audiens mengenai isu-isu terkini, peluang dan tantangan di era digital, khususnya dalam bidang pendidikan, karier dan industri kreatif. Dimana peran media sebagai sarana penghubung yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif, membangun serta memperkuat hubungan antara figure publik dan masyarakat luas.

Rafi Raditya sebagai camera person dari kegiatan ini menyampaikan bahwasanya acara ini bertujuan agar mahasiswa, audiens, terutama generasi z yang akan memasuki dunia kerja dapat mengembangkan skill dan menghasilkan kemampuan di masa yang akan datang. “Tujuannya adalah mengembangkan skill yang akan kita pakai di dunia kerja dan juga audiens harapannya itu bisa mengetahui tidak hanya mengenai siaran radio, tapi juga bisa melihat dari segi visual,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan influencer dan content creator yang berbagi pengalaman, wawasan serta peluang karir bagi generasi muda. Yang pertama itu ada Eikel Barus seorang penyiar radio dan kreator konten, Wulan Fadi seorang penulis novel, yang novelnya sempat diangkat menjadi sebuah film, lalu Lil Magrib seorang content creator.

Eikel Barus menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan media digital saat ini, “Kalo menurut gue sih perkembangan media digital itu masih di tahap kaya kita tuh ya mungkin baru mau masuk ke pertengahan awal begitu loh, ini itu belum sepenuhnya kayak digital itu masih panjang banget perjalananya. Jadi, apa yang kita lihat sekarang, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan itu masih ada sesuatu yang terus begitu dan buat kita yang masih muda ya coba saja mungkin kita yang akan jadi hal yang baru,” ucapnya. Eikel Barus juga menyampaikan kesan pesan untuk acara ini. “Kesan-kesannya untuk acara Frequen Zone ya pastinya seru, gue mau ucapin terimakasih buat teman-teman dan ya pokoknya semoga yang ada disini tetap punya interest ke radio sampai kapanpun,” tambahnya.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan hiburan. Valianty Sariswara, M.I.Kom, sebagai Dosen Pengampu Teknik dan Sistem Radio dan Penulisan Naskah Radio. Ia menjelaskan bahwa.“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyiaran radio, tetapi juga dituntut mampu mengembangkan konten yang relevan dengan kebiasaan konsumsi media generasi saat ini. Radio saat ini tidak lagi hanya didengarkan melalui frekuensi, tetapi juga dapat dinikmati melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Podcast,” tuturnya.

Ia juga memberi alasan mengapa mahasiswa perlu dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut. “Mahasiswa bisa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sebuah program siaran. Mereka tidak hanya membuat naskah dan melakukan produksi, tetapi juga menghubungi narasumber serta menyiarkan hasil karyanya. Setelah program selesai dipublikasikan, mahasiswa juga diajarkan untuk mengemas ulang materi siaran menjadi konten-konten pendek yang sesuai untuk media sosial. Pengalaman praktik ini dinilai lebih efektif karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada teori,” ungkapnya.

Valianti juga menyampaikan harapannya untuk acara Frequen Zone dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dengan pengalaman yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Jadi, ketika nanti mereka udah terjun ke dunia industri mereka bisa nge-recall, oh gue pernah bikin ini nih di level mahasiswa. Tapi mereka akan di upgrade nih di level industri sudah punya basic-nya jadi mereka ga kaget gitu dan itu bisa jadi portofolio mereka ketika masuk ke dunia industri,” pungkasnya

Peliput : M. Xezi Artawinata & M. Gilar Haekal

Penulis : M. Xezi Artawinata

Editor : Bunga Vania 


Posting Komentar

0 Komentar