Suasana pemaparan PANTAU oleh PPK Ormawa HMA FEB didesa pancawati (14/08/2026)/Beranda Pers/ M. Habiby Rahmaddani Harahap, Abinaya Putra Hasbullah
Beranda Pers - Jumat, 14 Agustus 2026 Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMA FEB Universitas Pakuan melalui program PANTAU: Inovasi Smart Farming Berbasis Network & AI memperkenalkan pemanfaatan teknologi pertanian kepada petani di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi mengenai smart farming, demonstrasi aplikasi PANTAU, serta pengenalan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) kepada para petani.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa HMA 2026, Claudya Darmawansyah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyosialisasikan teknologi yang telah dikembangkan agar dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian. “Tujuan utamanya itu menyosialisasikan teknologi yang sudah kami buat untuk diterapkan pada petani,” ujar Claudya.
Menurut Claudya, program PANTAU dilatarbelakangi keinginan untuk mendorong petani Desa Pancawati agar tidak hanya mengandalkan metode pertanian secara manual, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi dalam kegiatan bertani. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai smart farming, demonstrasi aplikasi PANTAU, serta penjelasan mengenai penggunaan IoT. Para petani juga diarahkan untuk mengunduh dan mencoba aplikasi tersebut.
Claudya menyebut kegiatan tersebut melibatkan petani, masyarakat Desa Pancawati, pemerintah desa, dosen pembimbing, serta mitra EPT-MBI. Ia menilai antusiasme peserta cukup baik karena para petani menunjukkan kemauan untuk mempelajari teknologi yang diperkenalkan. Ia berharap para petani dapat menerapkan teknologi tersebut dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Setelah kegiatan, tim PPK Ormawa juga akan melakukan pendampingan, monitoring, serta pelatihan lanjutan di lapangan.
Ketua Kelompok Tani Desa Pancawati, Iyus Rustani, mengatakan dirinya tertarik mengikuti program tersebut karena cabai jawa merupakan komoditas yang baru dicoba dikembangkan di wilayah Kampung Pasir Tengah. Menurut Iyus, sebelumnya para petani lebih banyak mengandalkan pengalaman dan perkiraan dalam mengambil keputusan terkait pertanian, termasuk ketika mengukur kondisi tanah. “Sebelum mengenal anak-anak mahasiswa hanya mengandalkan praktik, belum tersentuh yang namanya teknologi,” kata Iyus.
Ia menilai aplikasi PANTAU memberikan pengetahuan baru, terutama dalam pencatatan biaya produksi dan perhitungan hasil pertanian. Menurutnya, informasi tersebut dapat membantu petani mengetahui perbandingan biaya dan hasil secara lebih terukur. Meski demikian, Iyus mengaku masih perlu mempelajari penggunaan teknologi tersebut. Ia tetap menyatakan ketertarikannya untuk mencoba menerapkan PANTAU dalam kegiatan bertani. “Insyaallah, akan saya coba. Jadi dicoba itu dalam artian, karena kan kita terbiasa mengandalkan pemikiran kita, nah sekarang kita akan coba nanti yang ini, atau yang ini bisa jadi buat perbandingan,” ujarnya.
Iyus berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani di Desa Pancawati. Ia juga melihat cabai jawa memiliki peluang untuk dikembangkan karena tanaman tersebut dapat dipanen berulang setelah memasuki masa panen.
Ketua Satgas Kemahasiswaan Universitas Pakuan, Langgeng Prima Anggradinata, mengatakan pemilihan program tersebut merupakan keputusan tim PPK Ormawa setelah melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Pancawati. Ia menilai pengembangan cabai jawa dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi petani karena komoditas tersebut belum banyak diproduksi oleh petani.
Langgeng menjelaskan mahasiswa berperan sebagai katalisator yang membantu mendorong dan menggerakkan petani untuk mengenal serta mencoba komoditas baru tersebut. “Mahasiswa menjadi katalisator dari kebutuhan petani,” ujar Langgeng. Ia menambahkan, sebelum program dilaksanakan, tim telah melakukan observasi untuk memastikan program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Langgeng berharap setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir, petani tetap mampu melanjutkan program secara mandiri. Ia juga berharap cabai jawa nantinya dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Pancawati. “Harapannya tentu saja komoditas ini menjadi salah satu komoditas keunggulan dari desa ini,” katanya.
Program PANTAU sendiri diarahkan untuk membentuk kelompok tani percontohan cabai jawa serta mendorong penerapan teknologi smart farming dalam kegiatan pertanian masyarakat.
Peliput: M. Habiby Rahmaddani Harahap, Abinaya Putra Hasbullah
Penulis: M. Habiby Rahmaddani Harahap
Editor: Bunga Vania

0 Komentar